Beranda / Berita / Menjaga Vegina Tetap Mencekram

Menjaga Vegina Tetap Mencekram

RadarJurnal.com- Mengendurnya vegina karena dariBerbagai kondisi yang bisa membuat vegina mengendur. Bertambahnya usia, hamil, melahirkan normal, batuk kronis, sering mengangkat beban berat, sampai olahraga berat bisa memicu berkurangnya elastisitas otot pada vegina anda.

Cara mengatasi vegina yang kendur, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, Nina Martini Somad menyarankan agar melakukan senam yang paling mudah, yakni senam kegel. Gerakan senam kegel yang hanya diketahui dan dirasakan oleh masing-masing perempuan ini juga membantu melancarkan sirkulasi darah dan pemulihan pascapersalinan.

Dalam hal ini, Nina Martini juga memberitahu cara lain untuk membantu mengencangkan Miss V. “Untuk melatih otot di sekitar vagina, bisa melakukan gerakan memasukkan jari yang sudah dibersihkan dan dilapisi sarung tangan ke liang vagina. Kemudian kerutkan vagina sehingga jari terasa seperti dijepit. Jika memungkinkan, lakukan gerakan ini beberapa kali seminggu selama 10 menit,” jelasnya.

Dengan cara latihan menjepit secara rutin menjadi penting karena perempuan melewati banyak fase. Selain bersalin dan menyusui, menopause juga merupakan tahapan yang patut diwaspadai. Sebab saat menopause, jumlah hormon estrogen menurun drastis. Akibatnya, otot saluran kemih mengendur sehingga sulit menahan buang air kecil. Itu sebabnya, setelah menopause perempuan kerap mengompol.

Jika senam kegel dan gerakan menjepit sudah dilakukan namun kurang terasa perubahannya, Nina Martini mengatakan dunia kedokteran kini memiliki teknologi vaginal rejuvenation untuk meremajakan otot vagina. Vaginal rejuvenation bekerja dengan merangsang kolagen di sekitar vagina. Menurut Nina Martini, sejumlah rumah sakit ibu dan anak di kota-kota besar mulai melengkapi layanan mereka dengan vaginal rejuvenation.

Namun sebelum melakukan metode vaginal rejuvenation, pasien harus berkonsultasi ke dokter dan melakukan pengecekan kondisi vagina dengan papsmear. Langkah ini penting untuk memastikan rahim dalam kondisi normal serta dindingnya tidak terkena infeksi dan keputihan.

“Vaginal rejuvenation dilakukan menggunakan laser. Tidak sakit, tidak perlu anestesi, dan prosesnya hanya 10 menit,” kata Nina Martini. Cara kerjanya, alat yang memancarkan laser dimasukkan ke liang vagina sedalam 1 sentimeter kemudian diputar 360 derajat. Perlahan alat tersebut dikeluarkan agar seluruh permukaan kulit vagina terkena sinar. “Tujuannya menumbuhkan sel-sel baru dan kolagen. Tiga hari kemudian, pasien boleh berhubungan intim lagi,” jelas nya. red

Baca Juga

Dadan Konjala, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Bandung Soroti Masalah Kesehatan.

Kab.Bandung Radarjurnal Anggota Dewan “Dadan Konjala ” komisi D DPRD kabupaten Bandung dari fraksi PDI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *