Beranda / Berita / Proyek Kementrian BNPB ‘Molor’, DiDuga Oknum PPK Main Mata Dengan Pelaksana
terpantau salah satu item kegiatan masih berantakan

Proyek Kementrian BNPB ‘Molor’, DiDuga Oknum PPK Main Mata Dengan Pelaksana

terpantau salah satu item kegiatan masih berantakan

Bekasi, Radar Jurnal – Proyek kementrian Badan Nasional Penanggulangan Bencana dengan Kode Lelang 735382 dengan nama lelang Pembangunan kantor dan sarana penyimpanan tahun anggaran APBN 2017 dengan nilai HPS Rp.34.161.112.000,00 dimenangkan oleh PT. ANDICA PARSAKTIAN ABADI dengan nilai kontrak Rp.32.866.140.000,00 pembebanan anggaran tahun tunggal lokasi pekerjaan kecamatan Jatiasih Kota Bekasi diduga kuat adanya KKN.

Hal ini juga disampaikan pengamat pengadaan barang dan jasa Untung Tampubolon yang juga sebagai Ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara RI (LSM PEKAN-RI).

Untung menjelaskan dalam pelelangan tercantum tahun anggaran adalah tahun tunggal APBN 2017 sehingga harus dipertanggung jawabkan ditahun yg sama dan realisasi pekerjaan sudah harus berhenti dan dipertanggung jawabkan oleh pengguna anggaran setelah masa waktu perpanjangan 90 hari diberikan.

Masih kata Untung, bulan Juni 2018 Proyek ini kurang lebih 80 persen. “banyak pekerjaan yang belum selesai, pekerjaan pagar belum selesai, plafon gibsun lantai 1,2,3 belum selesai, pengecatan bagian dalam lantai 1,2,3, pekerjaan instalasi listrik dan AC, pekerjaan halaman bangunan masih berantakan beralaskan tanah, masih banyak lagi yang lainnya yang belum selesai, masih sangat berantakan,”bebernya.

Seharusnya, lanjut Untung apabila pembangunan setelah diberikan tambahan waktu masih tidak selesai juga bahkan, progress fisik masih 80 persen, hal tersebut sudah memenuhi syarat agar PPK dan PA memutuskan kontrak secara sepihak, mencairkan jaminan dan memasukkan PT. APA kedalam daftar hitam (blacklist).

“Ada apa ini? Saya curiga sepertinya sudah dicairkan 100 persen, kalau benar pembayaran tidak sesuai progress fisik yang terpasang, itu sudah jelas KORUPSI,” tegasnya.

Bahkan, masih kata Untung hasil data dan investigasi dilapangan persyaratan PT. APA tidak mumpuni. Salah satunya terkait tenaga ahli.

Yang lebih mengejutkan, sambung Untung ketika dikonfirmasi PPK mengatakan bahwa BPKP akan mengaudit kegiatan tersebut.

“Padahal kita tau bahwa pekerjaan tersebut sudah dipertanggung jawabkan BNPB dalam LKPJ tahunan,” tegas Untung

Pantauan awak media bersama LSM PEKAN-RI sampai berita ini diterbitkan (Juli 2018) para pekerja masih bekerja secara sembunyi sembunyi di dalam lokasi.

“LSM PEKAN-RI akan segera melaporkan ke aparat penegak hukum agar ditindak lanjuti dan LSM PEKAN-RI akan mengawal kegiatan ini hingga tuntas,”pungkasnya. (lukman)

Baca Juga

KLUB KLUB PERBAKIN HARUS CETAK ATLET YANG BERPRESTASI.

Kab.Bandung Radarjurnal Club menembak yang bernaung dibawah Perbakin ( Persatuan Menembak Indonesia ) Pengcab kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *