Beranda / Daerah / Jawa Barat / GMBI Tuntut Pemkab Bandung Serius Tangani Pencemaran Lingkungan

GMBI Tuntut Pemkab Bandung Serius Tangani Pencemaran Lingkungan

Kab.Bandungradarjurnal.com
Ratusan anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dari 4 distik, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Majalaya Raya, dan Kota Bandung berunjuk rasa di gerbang komplek perkantoran pemerintahan daerah (Pemda) Kabupaten Bandung, Senin (10/12). Mereka menuntut pemerintah bertindak tegas atas pencemaran Citarum dengan limbah dan sampah.

Sekretaris distrik Kabupaten GMBI Kabupaten Bandung, Firman dalam orasinya, menilai pemerintah tidak peduli dengan kondisi sungai Citarum yang kian hari kian tercemar dengan limbah yang berbahaya (B3) Begitu pun dengan Ketua KBB, Fauji. Mereka berharap pemerintah tegas dalam menindak pelaku pembuang limbah.

Suasana sempat memanas, terjadi saling dorong antara petugas keamanan dan anggota LSM GMBI di depan pintu gerbang saat beberapa anggota GMBI berusaha merangsek masuk komplek pemda. Namun, insiden kecil tersebut bisa diredakan. LSM GMBI menilai, anggota dewan lebih mementingkan agenda kunjungan ke luar ketimbang menerima mereka sebagai masyarakat yang telah memilihnya. Pada saat itu, memang para anggota dewan sedang melakukan kunjungan ke kementrian.

Akhirnya, GMBI diterima oleh Sekretaris DPRD di ruang rapat. Mereka dipasilitasi untuk audensi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Perijinan.
Kepala DLH Asep Kusumah membeberkan segala upaya pemerintah dalam menangani masalah lingkungan. Begitupun berbagai program yang dijalankan dalam upaya menyelsaikan segala permasalahan. DLH Kabupten Bandung, kata Asep melakukan segala cara yang sesuai dengan kewenangan. Jika ada dalam ranah kewenangan Pusat atau Provinsi, Kab. Bandung tetap mendorong dan berkontribusi semaksimal mungkin.

Misalnya dalam penanganan masalah sampah, kata Asep Kabupaten Bandung menargetkan 2020 semua warga Kabupaten Bandung tergabung dalam bank sampah. Hal ini agar masyarakat berperan dalam mengurangi sampah dengan cara memilah dan memilih antara sampah organik dan non organik, sehingga dari sampah bisa menghasilkan nilai ekonomis.

Asep menerangkan, jumlah penduduk Kabupaten Bandung 3.600.000 jiwa, jumlah sampah 3.600.000 X 2-2,5 liter/ 0,35-0,4 kg. Perhari 9.000.000 liter atau 1,44 ton=27.000.000 liter atau 43.200 ton. Jumlah armada sebanyak 91. Kata Asep, jika ada yang menuduh dalam mengatasi permasalahan lingkungan limbah atau sampah memainkan uang, maka minta dibuktikan. “Karena uang itu tidak bisa diam, pasti bersuara,”imbuhnya.***(R/S)

Baca Juga

RESES ANGGOTA DPRD KAB BANDUNG TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT NAGRAK

Kab. Bandung|Radarjurnal.com Pada kegiatan reses Anggota DPRD Kab. Bandung, bertempat di Pondok Pasantren Al Mukhlish, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *