Beranda / Berita / Rumah Tergusur, Warga Kampung Pangkalan Bambu Terlantar

Rumah Tergusur, Warga Kampung Pangkalan Bambu Terlantar

Salah seorang warga korban penggusuran dikampung pangkalan bambu, terlantar
Penggusuran yang dinilai tidak manusiawi, Salah seorang warga korban penggusuran dikampung pangkalan bambu, terlantar.

Bekasi, Radar jurnal-Penertiban dan pembongkaran bangunan oleh PEMKOT Bekasi melalui DINAS TATA RUANG (DISTARU) kota Bekasi terhadap bangunan liar yang berada dipinggiran kali Bekasi tepatnya berada diRT.03 RW.01 kelurahan Margajaya Bekasi Selatan Kota Bekasi pada kamis, (21/02/2019) membuat membuat warga miskin terlantar.

Penertiban bangunan menggunakan 1 (satu) unit alat berat excavator. Bangunan yang ditertibkan beberapa unit rumah tinggal huni, warung dan juga kontrakan.

Penertiban sempat terjadi ricuh, salah seorang warga mencoba menahan excavator untuk meminta waktu agar warga membongkar sendiri bangunannya namun tidak diindahkan oleh DISTARU.

Akibatnya, salah seorang warga diketahui bernama UUNG menjadi korban karena terjatuh saat hendak membongkar sendiri Asbes rumahnya yang dinilainya masih bernilai. UUNG melompat saat excavator memaksa menghancurkan bangunan rumah.

Tidak hanya itu, akibat dari penggusuran pada kamis (21/02/2019) salah satu korban saat ini terlantar karena tidak memiliki rumah tinggal huni.

Salah seorang korban penggusuran mengaku bernama DALIM mengatakan bahwa dia telah menempati lahan tersebut selama puluhan tahun.

kondisi saat ini Dalim masih bingung hendak pindah kemana, dan mengatakan akan tetap bertahan sampai ada kejelasan dari pemerintah.

Dalim menjelaskan dirinya bertahan dikarenakan telah puluhan tahun hidup disana dan tidak memiliki tempat untuk pindah.

Sambungnya, Dalim menjelaskan kali tersebut merupakan kali alam yang lebarnya kurang dari 10 (sepuluh) meter sekarang melebar karena sering terjadi longsor.

“Dulu rumah saya jauh dari bibir kali, lebar kali kurang dari sepuluh meter kedalamannya emang dalam, kalau ada kiriman air bendungan dibuka sering longsor, makanya sekarang lebar kayak sekarang,”ujarnya

“yang bikin sakit hati, rumah saya dibilang bangunan liar, saya sudah puluhan tahun disini sejak tahun 1980an, dulu ini empang dan rawa, saya rapihin, rumah saya ada nomor rumah, keterangan RT. RW. serta kelurahan, masa dibilang bangunan liar,”ujarnya

Ketika disinggung bukti kepemilikan, Dalim menjelaskan dirinya pernah dimintai KTP oleh pihak kelurahan untuk dibuatkan SPPT, PBB, tapi tidak mendapat kejelasan.

“Saya juga nunggu-nungu, saya percayakan sama pihak kelurahan, waktu lurah sebelum lurah sekarang pernah dimintai KTP. Katanya mau diurus, sampai sekarang ga ada judulnya. malah digusur tanpa adanya  penjelasan tentang nasib kami”ujar DALIM kecewa.

Hingga kini Dalim bertahan diMushalla yang berada dilokasi penggusuran. Sejak subuh hingga malam Dalim beserta istri keluar dari Mushalla dan berada dipinggir Mushalla. Ketika aktifitas dimushalla selesai pada malam hari barulah Dalim beserta istri dan anak bungsunya mengistirahatkan badannya untuk menjalani kehidupan.

Kasie dinas tata ruang Kliwon saat dikonfirmasi mengatakan penertiban tersebut sudah sesuai SOP

“SP1, SP2, SP3 sudah diberikan, hingga kesempatan selama 1 minggu untuk membongkar sendiri bangunannya yang masih ada nilainya,”ujarnya kliwon

penertiban berdasarkan surat yang diterima Bangunan liar warga melanggar:
■PERDA Kota Bekasi nomor 13 tahun 2016, tentang izin penyelenggaraan pemanfaatan ruang.
■PERDA Kota Bekasi nomor 4 tahun 2017 tentang penyelenggaraan dan retribusi izin mendirikan bangunan.(luk)

Baca Juga

Dadan Konjala, Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Bandung Soroti Masalah Kesehatan.

Kab.Bandung Radarjurnal Anggota Dewan “Dadan Konjala ” komisi D DPRD kabupaten Bandung dari fraksi PDI …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *