Beranda / Daerah / Jawa Barat / ANGGOTA KOMISI D DPRD KAB BANDUNG SIAP TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT

ANGGOTA KOMISI D DPRD KAB BANDUNG SIAP TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT

Kab Bandung|radarjurnal.com Pada kesempatan ini Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, H. Dadan Konjala, SH menemui konstituennya di Desa Cangkuang Kulon, Kecamatan Dayeuhkolot, dalam Reses Masa Sidang II Tahun 2019. Pada reses yang dihadiri oleh sekitar 200 warga desa tersebut, politisi PDIP yang lebih akrab disapa Abah ini memaparkan sekilas tentang Dayeuhkolot.

Di banyak benak orang,kata dia, bila menyebut Dayeuhkolot pasti masalah banjir. Namun, Abah DK menganggap hal itu tidak benar. Dayeuhkolot adalah tempat yang punya historis bagi Kabupaten Bandung, karena pernah menjadi ibukota Kabupaten Bandung. Di situ ada monumen tokoh Kabupaten Bandung yang berani berkorban untuk kepentingan orang banyak, bahkan bangsa, ialah Mochamad Toha. Di Dayeuhkolot ada STT Telkom yang mendunia. Jadi menurut Abah, jangan jadikan banjir sebagai imej satu daerah, karena masalah banjir bisa diusahakan untuk diatasi.

Daerah yang utama titik banjir di Kabupaten Bandung, menurut Dadan Konjala adalah Leuwi Bandung di Citeureup. Selain dari daerah itu, banjir yang terjadi dewasa ini hanyalah kiriman dari daerah lain, seperti dari Kota Bandung.

Menyikapi hal tersebut, Dadan Konjala mengajak warga untuk menjaga lingkungan, agar tidak membuang sampah sembarangan. Jika banjir yang diakibatkan luapan sungai Citarum atau anak cucunya, hal tersebut kewenangannya ada di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi. Namun sebagai wakil rakyat, dewan tetap akan menampung aspirasi tersebut.

Abah juga menerima aspirasi Nolis (34 tahun) warga RT 10/01 yang mengeluhkan mahalnya biaya sekolah. Namun, karena yang dikeluhkannya mengenai biaya sekolah SMA, maka Dadan Konjala hanya menampung aspirasi, sebab SMA dan SMK sudah menjadi kewenangan provinsi. “Sebagai anggota dewan saya tetap menampung aspirasi warga untuk disampaikan. Saya tidak bisa menjawab karena bukan kewenangan kabupaten. Kalau TK, SD, dan SMP itu kewenangan kabupaten, jadi saya bisa langsung membantu mengenai hal apa yang dikeluhkan,” ungkapnya.

Terkait reses kali ini, merupakan reses terakhir bagi anggota dewan periode 2014-2019, lebih kental dimanfaatkan anggota dewan (petahana) yang nyaleg lagi untuk periode 2019-2024 sebagai sarana kampanye, Dadan Konjala menilai sebagai hal yang wajar. Ia mencontohkan dirinya. “Saya berdagang, wajar menawarkan dagangan. Urusan ada yang membeli atau tidak itu tergantung selera masyarakat, tidak memaksa. Justru saya membantu menyosialisasikan bagaimana warga pada tanggal 17 April 2019 datang ke TPS dan apa yang akan dilakukan jika di TPS diberi 5 surat suara,” ungkapnya.

Yang diharapkan Abah dari reses tersebut adalah pertemuan silaturahmi langsung sambil menampung aspirasi warga secara lisan. Namun, jika warga enggan menyampaikan secara lisan, seperti reses-reses biasanya, warga diberi lembaran aspirasi untuk diisi dengan berbagai aspirasi. “Itu nanti dipilih-pilih sesuai apa yang diaspirasikan untuk kami pisahkan sesuai misi masing-masing,” pungkasnya (Yun)

Baca Juga

KABISA” Kajian bisnis Sabilulungan, sebagai sarana kemandirian UMKM

Kab Bandung|radarjurnal.com Workshop ‘Kabisa’ (Kajian Bisnis Sabilulungan) di Gedung Bale Sawala Kabupaten Bandung, Rabu (19/2/19) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *