Beranda / Berita / GAKKUM KLHK Tindak Lanjuti Laporan AWPI, Lokasi DiDuga Pembuangan Limbah B3 diberi Garis PPLH

GAKKUM KLHK Tindak Lanjuti Laporan AWPI, Lokasi DiDuga Pembuangan Limbah B3 diberi Garis PPLH

AWPI saat melaporkan lahan diduga tempat pembuangan limbah B3 infeksius ke GAKKUM KLHK
AWPI saat melaporkan lahan diduga tempat pembuangan limbah B3 infeksius ke GAKKUM KLHK. Terpantau hari ini (8 Maret 2019), lokasi tersebut telah dipasang garis PPLH

BEKASI, Radar Jurnal– Menanggapi pengaduan dari Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), tim dari Penegak Hukum (GAKKUM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) belum lama ini turun ke lokasi tanah kosong yang diduga kuat terdapat aktivitas secara ilegal pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Infeksius, di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Terpantau hari ini (8 Maret 2019), lokasi tersebut telah dipasang garis PPLH, namun sayangnya, ditengarai barang bukti awal yang cukup banyak ‘malah hilang’ sebelum tim dari GAKKUM mengecek ke lokasi tanah kosong itu. Walau demikian, tim GAKKUM yang didampingi tim AWPI, ternyata juga sempat menyisir ke sejumlah titik di tanah kosong tersebut, sehingga menemukan beberapa barang yang harapannya dapat dijadikan bukti juga.

Masih belum dapat dipastikan, siapa yang melakukan pemindahan, bahkan diduga kuat penghilangan barang bukti tersebut. Syukur nya, baik video dan gambar foto saat temuan awal telah dipegang dan simpan oleh pihak AWPI sebagai pegangan.

Infonya, beberapa hari sebelumnya ada sejumlah orang datang masuk ke dalam tanah kosong dan mengangkut ke luar diduga barang bukti, menggunakan dus dan dimuat ke mobil yang diparkir cukup jauh dari lokasi tersebut, demikian disampaikan Narsum yang menolak diungkap identitasnya.

Berdasarkan sumber terpercaya juga, informasinya pemilik tanah tersebut merupakan Pejabat Essalon dua di Depdagri dan Istrinya membuka praktek pada rumah pribadi nya di daerah rawa mangun Jakarta.

Demi berkeadilan, tim AWPI akan terus mengawal setiap tahap yang ditempuh oleh pihak GAKKUM KLHK RI, sehingga siapapun yang bertanggung jawab perihal dugaan tersebut mendapatkan sanksi yang setimpal dengan perbuatannya.

Sampai berita ini dimuat, Awak Media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan data, baik dari pihak Dinas LH Kota Bekasi dan KLHK RI, secara khusus tim GAKKUM yang merupakan PIC dalam kasus ini. (red

Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), tim dari Penegak Hukum (GAKKUM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI) belum lama ini turun ke lokasi tanah kosong yang diduga kuat terdapat aktivitas secara ilegal pembuangan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Infeksius, di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Terpantau hari ini (8 Maret 2019), lokasi tersebut telah dipasang garis PPLH, namun sayangnya, ditengarai barang bukti awal yang cukup banyak ‘malah hilang’ sebelum tim dari GAKKUM mengecek ke lokasi tanah kosong itu. Walau demikian, tim GAKKUM yang didampingi tim AWPI, ternyata juga sempat menyisir ke sejumlah titik di tanah kosong tersebut, sehingga menemukan beberapa barang yang harapannya dapat dijadikan bukti juga.

Masih belum dapat dipastikan, siapa yang melakukan pemindahan, bahkan diduga kuat penghilangan barang bukti tersebut. Syukur nya, baik video dan gambar foto saat temuan awal telah dipegang dan simpan oleh pihak AWPI sebagai pegangan.

Infonya, beberapa hari sebelumnya ada sejumlah orang datang masuk ke dalam tanah kosong dan mengangkut ke luar diduga barang bukti, menggunakan dus dan dimuat ke mobil yang diparkir cukup jauh dari lokasi tersebut, demikian disampaikan Narsum yang menolak diungkap identitasnya.

Berdasarkan sumber terpercaya juga, informasinya pemilik tanah tersebut merupakan Pejabat Essalon dua di Depdagri dan Istrinya membuka praktek pada rumah pribadi nya di daerah rawa mangun Jakarta.

Demi berkeadilan, tim AWPI akan terus mengawal setiap tahap yang ditempuh oleh pihak GAKKUM KLHK RI, sehingga siapapun yang bertanggung jawab perihal dugaan tersebut mendapatkan sanksi yang setimpal dengan perbuatannya.

Sampai berita ini dimuat, Awak Media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan data, baik dari pihak Dinas LH Kota Bekasi dan KLHK RI, secara khusus tim GAKKUM yang merupakan PIC dalam kasus ini. (Lukman)

Baca Juga

Mantap..!!! Alumni SMA 1 Salo Tahun 2015 Adakan Bukber Bersama Majelis Guru di P&B Bangkinang.!!!

Bangkinang Kota|RadarJurnal.com- Ikatan Alumni Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Salo Kabupaten kampar,menggelar buka puasa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *